Awas Eksfoliasi berlebihan bikin kulit jadi sensitif!!!

Diposting oleh Anthony Wu pada

Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah eksfoliasi kulit untuk merawat wajah, Nah pertanyaannya adalah Eksfoliasi ini boleh seberapa sering sih? 

Ini pertanyaan yang jawabannya Iya dan Tidak, kenapa ? Nanti akan Aku dijelaskan dibawah ini. 

Pertama, proses eksfoliasi setiap hari itu adalah benar. Namun kita harus paham bahwa proses pergantian kulit kita itu terjadi setiap hari, karena kulit yang tua akan mati dengan sendirinya dan lewat kebiasaan cleansing/mandi akan terkelupas dengan sendiri. Tapi karena faktor usia dan kebiasaan buruk, sehingga metabolisme atau proses pergantian kulit menjadi semakin lambat dan menyebabkan kulit mati kita semakin menumpuk terus menerus. Selain itu, karena kebiasaan tidak membersihkan dengan cara yang baik dan benar serta sebum yang berlebihan menyebabkan pori-pori kita menjadi mudah tersumbat, kemudian selebihnya Kamu pasti sudah tahu akibatnya apa kan? Betul sekali, yaitu komedo lalu menjadi jerawat, itulah mengapa banyak sekali pakar kecantikan kulit menyarankan agar eksfoliasi kulit itu sebaiknya terjadi/dilakukan setiap hari.

Tapi, apakah kita pernah bertanya lebih mendalam lagi, cara eksfoliasi yang tepat agar tidak merusak kulit seperti apa yah ?

Yang paling sering kita dengar adalah sebagai berikut :

1. Scrubbing cream : bentuknya butiran partikel yang biasan berbahan rempahan, pasir mineral atau garam halus.

2. Scrubbing gel : biasanya mencampurkan bahan Carbopol dan ditambahkan dengan Cationic surfaktan.

3. Scrubbing tradisional : misalnya seperti garam dapur, bubuk soda atau asam cuka dst. 

Tapi sebetulnya, eksfoliasi adalah bukan hal yang sederhana, karena cara apapun yang telah dijelaskan diatas itu aku tidak menyarankan digosok dengan tangan.

 Cara eksfoliasi dengan scrub

Kenapa tidak boleh menggunakan tangan untuk mengangkat kulit mati ? Karena lewat gesekan tangan dengan kulit dapat menyebabkan kulit kita menjadi mudah iritasi, kalau saja kulit kita sedang tidak stabil maka kondisinya akan semakin parah, bahkan untuk beberapa kasus mengakibatkan kulit pengguna menjadi sensitif. 

Satu lagi yang ingin aku ingatkan, apabila saat ini kamu sedang menggunakan eksfoliator dan kondisi kulit setelah penggunaan menjadi merah atau infeksi, segera hentikan penggunaannya dan segera ke dokter kulit untuk diperiksa!

Kulit menjadi sensitif dikala salah menggunakan srubbing wajah 

Lalu cara eksfoliasi apa yang bisa kita lakukan agar kulit kita tetap sehat?

Pilihlah ekfsoliator yang cook dengan kulit masing-masing serta produk yang sudah terbukti aman.

Aku menyarankan bisa menggunakan eksfoliator kimiawi (bukan menggunakan bahan kimia disini maksudnya yah!!) seperti bahan AHA dengan kadar rendah misalnya Mandelic Acid! 

Namun jika kamu memang sudah terbiasa melakukan eksfoliasi di klinik kecantikan harus ekstra hati-hati. Walau kadar yang digunakan bersifat rendah, namun tetap mengikuti arahan dari pakarnya. Menurut ketentuan Kementerian Kesehatan di Taiwan, kadar AHA yang ramah dengan kulit harus diatas 3,5 pH. Jadi jangan coba-coba menggunakan AHA yang di klinik untuk digunakan di rumah, karena kadarnya berbeda dan apabila penggunaannya salah bisa menyebabkan kulit menjadi iritasi.

pH dari Mandelic Acid Dr.Hsieh diatas 3,7 pH

Baca juga :

1. Apa itu Mandelic Acid apakah aman ?

2. Salah paham tentang Mandelic Acid 1

3. Salah pamah tentang Mandelic Acid 2

0 komentar

Tulis komentar