Salah kaprah tentang bahan AHA ???

Diposting oleh Anthony Wu pada

Banyak orang takut untuk menggunakan perawatan wajah dengan bahan dasar AHA, mereka beranggapan :

“Terlalu kerasa untuk kulit wajah!“

“Bisa bikin kulit menipis”

“ Ada efek samping ‘kan?!”

“Katanya bisa breakout!!” dan seterusnya. Semua perkataan itu menyebabkan, orang-orang takut untuk mencoba mulai menggunakan perawatan berbahan Acid.

peeling, Photo by Aleksei Алексей Simonenko Симоненко on Unsplash

Jangan percaya rumor di atas. Dalam keadaan normal, stratum korneum (lapisan teratas kulit) akan mengelupas dan berganti setiap 28 hari , namun seiiring rutinitas yang tidak teratur, bertambahnya usia, bahkan asap debu PM 2,5 menjadi pelaku utama yang mengganggu proses metabolisme tubuh manusia.

Metabolisme yang tidak sehat sebenarnya menyebabkan stratum korneum tidak dapat berganti dengan alami , sehingga akan terjadi penumpukan di permukaan kulit, inilah salah satu penyebab penyumbatan pada kelenjar minyak, inilah penyebab munculnya komedo, jerawat, pori-pori membesar, kulit kusam dan kulit kasar.

Kedotkeran kulit mengatakan, penggunaan Skincare berbahan Acid yang tepat, selain dapat membantu metabolisme stratum corneum dengan normal dan aktivasi dermis dan memperkuat tembok kulit, mengurangi sensitivitas kulit dan meningkatkan penyerapan produk perawatan kulit.

Berikut ini adalah perbandingan bahan asam yang ada di pasaran:

  • Asam Glikolat:
    • Sumber: Tebu
    • Sensitivitas kulit: iritasi ringan
    • Karakteristik: larut dalam air
    • Fungsi untuk kulit: mempercepat pengelupasan stratum korneum, memperbaiki kekasaran dan kusam. Memiliki berat molekul terkecil dan mudah menembus kulit, sehingga memiliki iritasi yang lebih besar pada permukaan kulit dan lebih mudah terasa perih pada kulit. Tidak cocok untuk kulit sensitif.
bamboo, Photo by Aleksei Алексей Simonenko Симоненко on Unsplash
  • Asam Salisilat
    • Sumber: Kulit Pohon Dedalu (willow)
    • Sensitivitas kulit: iritasi ringan
    • Karakteristik: larut dalam minyak
    • Fungsi untuk kulit: Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan mengkategorikan sebagai produk kosmetik yang mengandung obat. Konsentrasinya harus dibatasi, dan memiliki iritasi dan sensitivitas cahaya. Menurut data, asam salisilat memiliki tingkat penyerapan kulit sekitar 20%. Setelah penyerapan, perlu dimetabolisme oleh organ hati dan kemudian dibuang oleh ginjal, yang dapat menyebabkan penumpukan dalam tubuh. Ketika asam salisilat digunakan dalam produk perawatan kulit, karena kebiasaan dan kadar penggunaan yang berbeda, Anda harus mempertimbangkan jangan sampai berlebihan.
willow, Photo by Darion Queen on Unsplash
  • Asam Mandelic
    • Sumber: Almond Pahit
    • Sensitivitas kulit: ramah untuk kulit 
    • Karakteristik: larut dalam minyak
    • Fungsi untuk kulit: Mengontrol minyak, memperbaiki komedo, penuaan kulit, memperbaiki bekas jerawat dan pigmentasi. Asam Mandelic bersifat "lipofilik" dengan berat molekul besar dan iritasi kecil. Mudah menembus ke dalam pori-pori dan bereaksi. Ramah terhadap kulit sehingga terasa lebih lembut dan tidak iritasi, cocok untuk semua jenis kulit.
almond,Photo by Louis Hansel @shotsoflouis on Unsplash
  • Asam Piruvat
    • Sumber: Glukosa
    • Sensitivitas kulit : ramah untuk kulit
    • Karakteristik: larut dalam air
    • Fungsi untuk kulit: menghambat menumbuhnya komedo dan minyak, menembus stratum korneum dengan cepat dan dalam, penyerapan cepat dan mendalam, penghantaran kuat, dan menembus kulit dermis.
  • Asam Ursolat
    • Sumber: Rosemary/Rosmarin
    • Sensitivitas kulit: ramah untuk kulit
    • Karakteristik: larut dalam air
    • Fungsi untuk kulit: Anti-oksidasi, mengembalikan elastisitas kulit, nilai  pH 5.3 yang mirip dengan nilai pH permukaan kulit. Asam ursolat dapat mengurangi resistensi bakteri Jerawat terhadap obat, dan memperkuat kemampuan kulit.

Akhirnya kata, berikut kesimpulan

Larut dalam air VS Larut dalam minyak.

0 komentar

Tulis komentar